
Sidoarjo//tower.i-news.site. Di sudut Desa Kedondong, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, hidup seorang perempuan lanjut usia bernama Ibu Siati (80) yang selama bertahun-tahun menjalani hari-harinya dalam keterbatasan. Usia senja yang seharusnya menjadi masa untuk beristirahat dengan tenang, justru ia lalui di sebuah rumah sederhana berdinding anyaman bambu yang telah lapuk dimakan usia.
Setiap kali hujan turun, air kerap masuk melalui celah-celah dinding dan atap rumahnya. Lantai tanah yang lembab serta ketiadaan fasilitas sanitasi membuat kehidupannya semakin memprihatinkan. Namun di tengah segala kekurangan itu, Ibu Siati tetap bertahan hidup dengan menjual pisang hasil kebunnya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi memilukan tersebut akhirnya mengetuk hati BAZNAS Sidoarjo. Melalui program Rumah Layak Huni, tim BAZNAS yang dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar atau Gus Jazuk, turun ke lokasi untuk melihat secara langsung kehidupan yang dijalani Ibu Siati.
Apa yang mereka temukan begitu menyentuh hati. Rumah yang nyaris roboh itu tak lagi layak menjadi tempat tinggal seorang lansia. Dari situlah tekad untuk membantu mulai diwujudkan.
Kini, suasana duka yang dahulu menyelimuti rumah kecil tersebut telah berubah menjadi kebahagiaan yang tak ternilai. Pada Selasa, 12 Mei 2026, proses pembangunan rumah baru akhirnya rampung dan secara resmi diserahkan kepada Ibu Siati.
Bangunan yang dulu hanya berdinding gedek rapuh kini telah berdiri kokoh dengan tembok permanen, lantai keramik yang bersih, ventilasi yang sehat, serta fasilitas sanitasi yang layak dan aman bagi lansia. Rumah sederhana itu kini menjadi tempat tinggal yang menghadirkan rasa aman dan kenyamanan di masa tuanya.
Air mata haru tampak membasahi wajah renta Ibu Siati saat menerima kunci rumah barunya. Dengan tangan yang gemetar, ia berulang kali mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepadanya.
Ricky Prabu, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang mendampingi pembangunan rumah tersebut, mengatakan bahwa bantuan ini bukan hanya tentang membangun bangunan fisik, tetapi juga mengangkat harkat dan martabat masyarakat yang membutuhkan.
“Yang paling membuat kami bahagia adalah melihat Ibu Siati kini bisa hidup lebih tenang dan aman. Beliau tidak lagi khawatir saat hujan turun atau harus kesulitan keluar rumah hanya untuk kebutuhan sanitasi,” ujarnya.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa zakat mampu menghadirkan perubahan besar bagi kehidupan masyarakat kecil. Amanah dari para muzaki yang disalurkan melalui BAZNAS telah menjadi cahaya harapan bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan.
Di balik rumah baru itu, tersimpan doa dan harapan seorang lansia yang akhirnya bisa menikmati hari tua dengan lebih layak dan bermartabat. Senyum tulus Ibu Siati hari ini menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa kepedulian dan gotong royong masih hidup di tengah masyarakat, serta mampu mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan yang nyata


