banner 728x250

PAN Jatim Resmi Dilantik, Zulhas Kobarkan Semangat Kebersamaan dan Target Tiga Besar Pemilu 2029

SURABAYA//tower.i-news.site.            Lautan semangat dan optimisme menyelimuti Jatim Expo (JEX) Surabaya, Minggu malam (10/5/2026), saat Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan melantik jajaran pengurus DPW PAN Jawa Timur serta DPD PAN kabupaten/kota se-Jawa Timur periode 2025–2030.

Momentum pelantikan yang dirangkai dengan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PAN Jawa Timur itu tidak hanya menjadi agenda organisasi semata, namun juga menjadi panggung kebangkitan semangat perjuangan politik yang berpihak kepada rakyat. Mengusung tema “Gerak Cepat Bantu Rakyat”, ribuan kader PAN tampak memadati lokasi acara dengan penuh antusiasme dan harapan besar untuk masa depan partai.

Di hadapan para kader, Zulhas menegaskan target besar PAN untuk menjadi tiga besar nasional pada Pemilu 2029. Menurutnya, cita-cita besar tidak akan pernah tercapai tanpa kekompakan, kerja keras, dan kedekatan nyata dengan masyarakat kecil.

“Kalau partai lain bisa menjadi satu besar dan dua besar, maka PAN juga harus mampu menjadi tiga besar, khususnya di Jawa Timur,” ujar Zulhas penuh semangat yang langsung disambut gemuruh jawaban kader, “Bisa!”

Sorak semangat itu menjadi gambaran kuat bahwa PAN ingin hadir bukan hanya sebagai partai politik, tetapi juga sebagai rumah perjuangan rakyat. Simbol optimisme itu semakin terasa ketika Zulhas memukul gong pembukaan Rakerwil sebanyak tiga kali sebagai tanda tekad menuju posisi tiga besar pada Pemilu mendatang.

Dalam pidatonya, Zulhas juga menyampaikan pesan mendalam tentang arti kepemimpinan. Ia menilai keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh strategi, tetapi juga kemampuan seorang pemimpin memilih orang-orang terbaik untuk bersama-sama memperjuangkan kepentingan rakyat.

Ia pun mengaku banyak belajar dari Presiden Prabowo Subianto tentang bagaimana membangun kepemimpinan yang kuat dan visioner.

“Pemimpin yang baik mampu menyusun strategi, pemimpin besar punya kekuatan besar, tetapi pemimpin yang luar biasa adalah mereka yang mampu memilih orang-orang hebat untuk bekerja bersama,” tuturnya.

Meski PAN memiliki target politik besar, Zulhas mengingatkan bahwa demokrasi harus dijalankan dengan semangat persaudaraan. Baginya, perbedaan partai politik bukan alasan untuk saling bermusuhan, melainkan bagian dari ikhtiar bersama membangun bangsa.

“Kita semua sedang berjuang untuk rakyat. Partai politik lain bukan musuh, tetapi sahabat dalam menjaga demokrasi dan membangun Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan partai politik demi mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Khofifah juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap capaian Jawa Timur yang hingga kini masih menjadi provinsi dengan produksi padi tertinggi di Indonesia.

“Dari tahun 2020 hingga 2025, Jawa Timur terus menjadi provinsi penghasil padi tertinggi nasional. Bahkan prediksi BPS hingga Juni 2026 juga masih menunjukkan Jawa Timur berada di posisi teratas,” ungkapnya.

Menurut Khofifah, keberhasilan pembangunan tidak akan tercapai tanpa kolaborasi seluruh elemen bangsa, termasuk partai politik yang memiliki peran penting menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Ketua DPW PAN Jawa Timur Ahmad Rizki Sadiq menegaskan bahwa kepengurusan baru PAN Jatim akan fokus memperkuat struktur organisasi hingga tingkat paling bawah. Ia ingin PAN semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menjadi wadah perjuangan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat kecil.

“Kami akan bergerak cepat memperkuat konsolidasi kader, mempererat solidaritas, dan membangun kekuatan partai hingga tingkat ranting dan TPS,” ujarnya.

Rizki juga menilai Jawa Timur memiliki kekayaan budaya dan karakter masyarakat yang beragam, mulai wilayah Arek, Mataraman, Pantura, Madura hingga Tapal Kuda. Karena itu, pendekatan budaya dan kedekatan emosional dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun PAN di Jawa Timur.

Acara pelantikan tersebut turut dihadiri Sekjen PAN Eko Patrio, Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, para kepala daerah, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi keagamaan, hingga sejumlah pimpinan partai politik di Jawa Timur.

Di tengah dinamika politik yang terus berkembang, pelantikan PAN Jawa Timur ini menjadi pesan bahwa politik tidak hanya soal kekuasaan, tetapi juga tentang pengabdian, persatuan, dan harapan untuk menghadirkan kehidupan masyarakat yang lebih baik di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *