
SIDOARJO//tower.i-news.site. Di balik gegap gempita peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap 2 Mei, tersimpan harapan besar sekaligus kegelisahan yang tak bisa diabaikan. Pendidikan, yang seharusnya menjadi jembatan menuju masa depan gemilang, masih menyisakan berbagai tantangan di lapangan, dari keterbatasan fasilitas hingga kesenjangan akses yang dirasakan sebagian anak bangsa.
Dalam suasana penuh makna tersebut, Ketua IKBA Untag Surabaya sekaligus Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo, Kusumo Adi Nugroho, SE, menyampaikan ucapan Selamat Hari Pendidikan Nasional dengan nada reflektif dan penuh kepedulian.
“Selamat Hari Pendidikan Nasional. Ini bukan sekadar peringatan, tetapi panggilan nurani bagi kita semua. Masih ada anak-anak di pelosok yang berjuang menggapai mimpi dengan segala keterbatasan. Masih ada guru-guru yang mengabdi tanpa lelah, meski dengan fasilitas seadanya,” ungkap Kusumo dengan penuh empati.
Ia menuturkan bahwa pendidikan bukan hanya soal ruang kelas dan buku pelajaran, melainkan tentang harapan, tentang masa depan, dan tentang bagaimana bangsa ini memperlakukan generasi penerusnya. Baginya, setiap anak Indonesia berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan bermimpi.

“Kita tidak boleh menutup mata. Pendidikan adalah hak, bukan privilese. Ketika masih ada yang tertinggal, maka itu adalah tanggung jawab kita bersama. Hardiknas harus menjadi titik balik, bukan hanya untuk mengenang jasa para pahlawan pendidikan, tetapi untuk melanjutkan perjuangan mereka dengan tindakan nyata,” tegasnya.
Lebih jauh, Kusumo Adi Nugroho mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, pendidik, orang tua, hingga dunia usaha, untuk bergandengan tangan menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan karakter di tengah arus modernisasi yang kian deras. Menurutnya, kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan pembentukan moral dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Di tengah kemajuan teknologi, kita jangan sampai kehilangan jati diri. Pendidikan harus melahirkan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlak, peduli, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat,” imbuhnya.
Sebagai Ketua IKBA Untag Surabaya, Kusumo turut mengajak para alumni untuk tidak tinggal diam, melainkan berkontribusi nyata dalam dunia pendidikan, baik melalui program sosial, pendampingan, maupun kolaborasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Di akhir pernyataannya, Kusumo menyampaikan harapan mendalam agar Hari Pendidikan Nasional tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan menjadi api semangat yang terus menyala dalam setiap langkah bangsa ini.
“Jika hari ini kita menyalakan satu cahaya pendidikan, maka esok kita akan melihat Indonesia yang lebih terang. Dari ruang-ruang kelas sederhana, dari tangan-tangan guru yang tulus, masa depan bangsa ini sedang ditulis,” pungkasnya penuh harap.


