banner 728x250

Didampingi Wabup Sidoarjo, Ketua MPR RI Ahmad Muzani Silaturahmi ke Pondok Pesantren Bumi Sholawat

 

 

SIDOARJO//tower.i-news.site.          Langkah penuh khidmat mengiringi kedatangan Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, saat menyambangi Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Sabtu (18/4/2026). Kunjungan ini bukan sekadar agenda formal kenegaraan, melainkan momentum batin yang sarat makna: merajut silaturahmi, memohon doa, serta meneguhkan kembali nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika zaman.

Rombongan disambut hangat oleh pengasuh pesantren, KH Agus Ali Mashuri, atau yang akrab disapa Gus Ali. Turut mendampingi, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, serta sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Bambang Haryo Soekartono, Anwar Sadad, dan H. Kayan.

Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, Ahmad Muzani mengungkapkan kerinduan mendalam kepada sosok ulama kharismatik tersebut. Dengan suara yang sarat emosi, ia menyampaikan, “Saya kangen sekali dengan Yai.” Ungkapan sederhana itu mencerminkan kedekatan batin antara pemimpin negara dan ulama sebagai penjaga moral bangsa.

Lebih dari sekadar silaturahmi, pertemuan ini menjadi ruang refleksi kebangsaan. Muzani menegaskan bahwa peran ulama dan pesantren tidak tergantikan dalam menjaga persatuan Indonesia. Menurutnya, ulama adalah “mata hati rakyat”, tempat masyarakat menggantungkan harapan, mengadu, sekaligus mencari ketenangan jiwa.

“Silaturahmi ke Kyai itu wajib. Setiap hari masyarakat datang meminta doa. Karena itu, pemimpin harus dekat dengan Kyai. Kami memohon doa agar Indonesia tetap aman dan memohon nasihat agar MPR mampu terus menjaga kebhinekaan,” tuturnya dengan penuh harap.

Sementara itu, Gus Ali memberikan pesan yang sederhana namun sarat makna kebangsaan. Ia menekankan pentingnya harmoni antara ulama dan umara’ sebagai fondasi utama kekuatan negara.

“Kalau pemimpinnya rukun, rakyatnya ayem. Negara akan kuat kalau ulama dan umaro’ berjalan bersama,” pesannya, meneguhkan nilai persatuan yang menjadi ruh kehidupan berbangsa.

Suasana khidmat semakin terasa saat doa bersama dipimpin langsung oleh Gus Ali, menutup rangkaian silaturahmi dengan harapan keberkahan bagi bangsa dan negara.

Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk nyata penghormatan negara kepada ulama. Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk terus menjadi jembatan penghubung antara tokoh nasional dan para kyai di daerah.

Kunjungan Ketua MPR RI ini menjadi bagian dari rangkaian agenda di Jawa Timur, setelah sebelumnya melaksanakan kegiatan di Gresik dan Surabaya. Namun lebih dari itu, pertemuan ini meninggalkan pesan mendalam: bahwa di tengah hiruk-pikuk politik dan dinamika bangsa, doa ulama tetap menjadi penyejuk sekaligus penuntun arah perjalanan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *