banner 728x250

Di Balik Hangatnya Halal Bihalal Sekber Sidoarjo, Sosok Pengacara Pembela Wong Cilik Menggetarkan Hati

 

 

SIDOARJO//tower.i-news.site.                        Di tengah suasana hangat dan penuh keakraban dalam acara Halal Bihalal yang digelar Sekretariat Bersama (Sekber) Sidoarjo pada Jumat, 17 April 2026, di Rumah Makan Pawon Mbok Wak, Desa Lebo, hadir sosok yang tak hanya membawa senyum persaudaraan, tetapi juga harapan bagi mereka yang kerap terpinggirkan oleh keadaan.

 

Dialah H. Prayitno, S.H., M.H, seorang pengacara senior yang namanya tak asing di telinga masyarakat kecil. Sosok yang selama ini dikenal tanpa lelah membela wong cilik, bahkan rela mengorbankan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk memberikan bantuan hukum secara gratis bagi mereka yang tak mampu.

 

Kehadirannya di tengah-tengah acara bukan sekadar memenuhi undangan seremonial. Lebih dari itu, ia membawa pesan kemanusiaan yang dalam—bahwa keadilan bukanlah milik segelintir orang, melainkan hak setiap insan, tanpa terkecuali.

 

Dengan suara yang tenang namun penuh ketegasan, H. Prayitno menyampaikan pesan yang menggetarkan hati para hadirin. Dalam balutan suasana Halal Bihalal yang sarat makna, ia mengajak semua pihak untuk tidak hanya berhenti pada saling memaafkan, tetapi juga melangkah lebih jauh, menjadi bagian dari solusi bagi sesama.

 

“Halal bihalal ini adalah momen untuk membersihkan hati, tapi juga saat yang tepat untuk membuka mata kita. Masih banyak saudara kita yang menangis dalam diam karena tidak tahu harus mengadu ke mana ketika berhadapan dengan hukum,” tuturnya, membuat suasana sejenak hening penuh haru.

 

Ia menegaskan bahwa selama ini dirinya telah berkomitmen untuk berdiri di barisan mereka yang lemah. Bukan karena ingin dikenal, tetapi karena panggilan hati yang tak bisa diabaikan.

 

“Saya tidak ingin hukum hanya menjadi milik orang yang mampu membayar. Saya ingin hukum hadir untuk semua. Selama saya masih diberi kesehatan, saya akan terus mendampingi wong cilik, memastikan mereka tidak sendirian menghadapi ketidakadilan,” ungkapnya dengan mata yang tampak berkaca-kaca.

 

Kata-katanya bukan sekadar janji, melainkan cerminan dari perjalanan panjang pengabdian yang telah ia jalani. Banyak kisah di balik perjuangannya—tentang rakyat kecil yang akhirnya mendapatkan keadilan, tentang air mata yang berubah menjadi harapan, dan tentang keberanian yang tumbuh dari pendampingan tanpa pamrih.

 

Acara Halal Bihalal Sekber Sidoarjo pun terasa berbeda. Bukan hanya dipenuhi tawa dan jabat tangan, tetapi juga diselimuti rasa haru dan kesadaran bahwa di tengah kerasnya kehidupan, masih ada sosok-sosok yang memilih untuk berdiri membela kebenaran.

 

Momentum ini seakan menjadi pengingat bagi semua yang hadir—bahwa kebersamaan sejati bukan hanya tentang berkumpul, tetapi tentang saling menguatkan. Dan di antara riuhnya dunia, perjuangan H. Prayitno menjadi cahaya kecil yang terus menyala, menerangi jalan bagi mereka yang nyaris kehilangan harapan.

 

Di akhir acara, satu pesan yang tertinggal kuat di benak para hadirin: bahwa keadilan sejati lahir dari keberanian untuk peduli. Dan selama masih ada hati yang tergerak seperti H. Prayitno, harapan itu akan selalu hidup di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *