
SIDOARJO//tower.i-news.site Duka mendalam menyelimuti keluarga almarhum Jumali (64), warga Perumahan Taman Candiloka, Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi, usai insiden kecelakaan lalu lintas tragis yang diduga dipicu jalan berlubang di kawasan Lingkar Timur, Kamis (16/4/2026).
Di tengah suasana pilu itu, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana hadir langsung ke rumah duka pada Jumat (17/4/2026), menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kehadiran sosok yang akrab disapa Mak Mimik tersebut membawa ketenangan tersendiri. Dengan suara lirih dan penuh empati, ia mengucapkan doa terbaik bagi almarhum.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya turut berduka cita yang mendalam. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucapnya.
Tak sekadar takziah, kunjungan ini menjadi bentuk keprihatinan serius pemerintah daerah terhadap kondisi infrastruktur yang berpotensi membahayakan keselamatan warga. Mimik menegaskan, kejadian ini tidak boleh dianggap sebagai peristiwa biasa.
“Ini menjadi alarm bagi kita semua. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Tidak boleh ada lagi korban akibat jalan rusak. Perbaikan harus segera dilakukan tanpa menunggu lama,” tegasnya dengan nada serius.
Ia memastikan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama instansi terkait untuk melakukan penanganan darurat, khususnya di titik-titik jalan yang rawan kecelakaan.
Peristiwa yang merenggut nyawa ini menjadi pengingat keras bahwa kelalaian dalam pemeliharaan infrastruktur bisa berujung pada kehilangan yang tak tergantikan. Jalan yang seharusnya menjadi sarana penghubung kehidupan, justru berubah menjadi ancaman bagi keselamatan.
Di sisi lain, keluarga almarhum tak mampu menyembunyikan rasa haru atas perhatian yang diberikan. Istri almarhum, dengan mata berkaca-kaca, menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Ibu Hj. Mimik Idayana yang sudah datang dan memberi perhatian kepada keluarga kami,” tuturnya lirih.
Kini, harapan besar disematkan agar tragedi ini menjadi titik balik bagi perbaikan infrastruktur di Sidoarjo. Agar tak ada lagi keluarga yang harus kehilangan orang tercinta hanya karena jalan yang seharusnya aman untuk dilalui.


