banner 728x250

MALAM DIGUNCANG OPERASI SENYAP ,  SINGA GIRI Polres Gresik LULUHLANTAKKAN MAFIA SOLAR BERSUBSIDI, 18.000 LITER DISITA

Gresik//tower.i-news.site.                        Dini hari yang biasanya lengang di Desa Ngemboh, Kecamatan Ujungpangkah, berubah menjadi panggung operasi menegangkan. Dalam sunyi yang nyaris tanpa suara, langkah-langkah pasti aparat memecah gelap, memburu praktik kotor yang selama ini bersembunyi di balik aktivitas biasa.

Tim Singa Giri dari Polres Gresik bergerak tanpa sorotan, namun dengan satu tujuan tegas: menghentikan perampasan hak rakyat. Laporan warga yang masuk sehari sebelumnya bukan sekadar informasi, itu adalah sinyal darurat tentang bagaimana solar bersubsidi, yang seharusnya menjadi nafas bagi nelayan kecil, justru disedot dan ditimbun demi keuntungan gelap.

Dengan strategi matang, tim yang dipimpin Handoko meluncur menembus malam. Tidak ada sirene, tidak ada kegaduhan. Hanya ketegangan yang menggantung di udara saat lokasi sasaran mulai dikepung.

Detik-detik penggerebekan terasa seperti ledakan yang ditahan. Pintu dibuka, langkah dipercepat, dan dalam sekejap, rahasia besar itu tersingkap.

Tandon-tandon raksasa berjejer. Bau solar menyengat. Cairan bersubsidi yang seharusnya menggerakkan perahu nelayan, kini tertimbun diam, dikumpulkan secara sistematis. Sekitar 10.000 liter ditemukan di tempat itu. Sebuah angka yang bukan hanya besar, tapi mencerminkan keserakahan yang terstruktur.

Seorang pria berinisial DN tak berkutik saat diamankan. Wajahnya menyimpan kegelisahan. Dalam interogasi awal, ia mengaku hanya penjaga. Namun, dari mulutnya mengalir petunjuk penting, ada sosok lain, lebih besar, lebih berperan, yang selama ini mengendalikan operasi ini dari balik bayang-bayang.

Tanpa memberi waktu bagi jaringan itu untuk menghilang, Tim Singa Giri langsung bergerak memburu. Hari yang sama berubah menjadi perburuan tanpa jeda.

Dan saat senja mulai turun di Tuban, babak berikutnya dimulai.

Pukul 18.00 WIB, pelaku utama berinisial ZA akhirnya diringkus. Tidak ada lagi ruang untuk bersembunyi. Di hadapan penyidik, semua runtuh. ZA mengakui segalanya, bukan hanya 10.000 liter yang ditemukan di Ngemboh, tetapi juga tambahan 8.000 liter di lokasi lain.

Total 18.000 liter.

Angka itu bukan sekadar jumlah. Itu adalah simbol dari sebuah kejahatan besar, yang merampas, menekan, dan mengkhianati masyarakat kecil.

Lebih dalam lagi, terungkap fakta yang membuat kasus ini semakin kelam. ZA adalah residivis. Tahun 2025, ia pernah terjerat kasus serupa. Namun alih-alih jera, ia kembali, dengan skema yang lebih rapi, lebih berani, dan lebih merugikan.

Di balik operasi ini, tersimpan ironi pahit. Saat nelayan berjuang mencari solar untuk melaut, di tempat lain justru terjadi penimbunan dalam skala besar. Saat rakyat kecil berharap subsidi meringankan beban, ada pihak yang menjadikannya ladang keuntungan.

Namun kali ini, semuanya terhenti.

Keberhasilan ini menjadi pernyataan keras dari Polres Gresik: tidak ada tempat bagi mafia subsidi. Tidak ada toleransi bagi pengkhianat kepentingan rakyat.

Kini ZA harus menghadapi konsekuensi hukumnya. Namun operasi belum benar-benar usai. Penyidik terus menyisir, membongkar, dan memburu kemungkinan jaringan lain yang masih bersembunyi.

Malam itu mungkin telah berlalu. Namun gaungnya masih terasa.

Singa Giri telah mengaum, dan kali ini, bukan sekadar suara. Tapi peringatan keras bagi siapa pun yang berani bermain di balik hak rakyat: keadilan mungkin datang dalam senyap, tapi ketika tiba… ia mengguncang tanpa ampun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *