
SIDOARJO//tower.i-news.site. Gemerlap lampu, alunan musik melayu, aroma jajanan tradisional, hingga riuh tawa anak-anak yang bermain di berbagai wahana permainan, menyatu menjadi satu harmoni indah dalam gelaran “Pasar Kangen” yang diselenggarakan oleh Semut Geni Promosindo di halaman Pabrik Gula Watutulis. Kegiatan yang sukses menyedot ribuan pengunjung dari berbagai wilayah di Jawa Timur ini bukan sekadar pasar hiburan biasa, melainkan sebuah perjalanan nostalgia yang mengajak masyarakat kembali mengenang suasana kejayaan pabrik gula tempo dulu.
Di bawah komando CEO Semut Geni Promosindo, Rofik atau yang akrab disapa Ambon, Pasar Kangen berhasil menghadirkan nuansa khas masa lalu yang begitu membekas di hati masyarakat. Banyak warga yang datang mengaku teringat suasana “nayub”, tradisi hiburan rakyat yang dahulu identik dengan musim giling tebu di kawasan pabrik gula.
Sejak sore hingga larut malam, kawasan PG Watutulis Prambon dipadati pengunjung. Anak-anak tampak ceria menikmati berbagai wahana permainan, sementara para orang tua berburu kuliner tradisional dan menikmati hiburan orkes melayu yang menghadirkan artis-artis ternama Jawa Timur. Suasana hangat penuh kebersamaan begitu terasa di setiap sudut acara.
Tidak hanya menjadi pusat hiburan rakyat, Pasar Kangen juga menjadi ruang kebangkitan ekonomi masyarakat kecil. Ratusan pelaku UMKM Jawa Timur ikut ambil bagian memamerkan sekaligus menjual produk unggulan mereka. Mulai dari kuliner khas daerah, minuman tradisional, kerajinan tangan, pakaian, hingga aksesoris handmade hasil karya sendiri memenuhi area stand UMKM.
Kehadiran para pelaku usaha kecil tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan hiburan rakyat mampu menjadi penggerak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Banyak pedagang mengaku omzet mereka meningkat tajam selama acara berlangsung.

Dalam wawancara bersama awak media Globalindo, CEO Semut Geni Promosindo Rofik menyampaikan bahwa Pasar Kangen sengaja dihadirkan bukan hanya untuk menghibur masyarakat, tetapi juga untuk menghidupkan kembali budaya kebersamaan yang mulai jarang ditemui di era modern saat ini.
“Pasar Kangen ini adalah bentuk kerinduan masyarakat terhadap suasana tempo dulu. Dulu ketika pabrik gula mulai giling, masyarakat berkumpul bersama, ada hiburan rakyat, ada nayub, ada pedagang kecil yang mencari rezeki, dan suasananya sangat hidup. Kami ingin menghadirkan kembali momen itu agar generasi sekarang juga bisa merasakan hangatnya kebersamaan masyarakat zaman dahulu,” ujar Ambon.
Menurutnya, tingginya antusias masyarakat menjadi bukti bahwa hiburan berbasis budaya dan nostalgia masih sangat dicintai warga Jawa Timur.
“Alhamdulillah respon masyarakat luar biasa. Banyak keluarga datang bersama anak-anak mereka. UMKM juga merasa terbantu karena dagangannya laris. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan hiburan rakyat yang membawa manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” tambahnya.
Ambon juga mengungkapkan bahwa hari ini menjadi penutupan terakhir Pasar Kangen di kawasan PG Watutulis Prambon. Namun masyarakat tidak perlu bersedih, sebab Semut Geni Promosindo telah menyiapkan kejutan baru yang lebih besar dan meriah.
“Hari ini menjadi hari terakhir Pasar Kangen di PG Watutulis Prambon. Setelah ini kami akan melanjutkan kegiatan di eks PG Tulangan mulai tanggal 19 Mei 2026 dengan tema baru yaitu ‘Nostalgia PG Tulangan’. Konsepnya akan lebih meriah dan lebih besar,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, dalam event “Nostalgia PG Tulangan” nanti masyarakat akan disuguhkan berbagai hiburan menarik, mulai dari kesenian jaranan yang akan dibawakan Group New Asmara Jaya, penampilan Orkes Musik Newar dengan bintang tamu penyanyi Jawa Timur Intan Afifa, hingga beragam hiburan keluarga dan arena permainan anak-anak.
“Kami ingin menciptakan hiburan rakyat yang benar-benar bisa dinikmati semua kalangan. Anak-anak bisa bermain, orang tua bisa menikmati hiburan dan kuliner, sementara UMKM bisa berkembang. Semoga acara berikutnya nanti semakin membawa manfaat untuk masyarakat luas,” tuturnya.
Di sisi lain, salah satu pelaku UMKM asal Taman, Sri Suhartatik yang menjual aksesoris handmade mengaku sangat bersyukur bisa ikut dalam kegiatan tersebut.
“Acara seperti ini sangat membantu UMKM kecil seperti kami. Pengunjungnya ramai sekali dan banyak yang tertarik dengan produk buatan tangan yang kami jual. Selain bisa meningkatkan penjualan, kami juga jadi lebih dikenal masyarakat. Saya berharap kegiatan seperti ini terus ada karena manfaatnya benar-benar dirasakan pedagang kecil,” ucap Sri Suhartatik penuh haru.
Pasar Kangen di PG Watutulis Prambon akhirnya bukan hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga menjadi ruang bertemunya nostalgia, budaya, ekonomi kerakyatan, dan kebersamaan masyarakat. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sederhana, tawa rakyat kecil, serta hangatnya suasana kampung tempo dulu masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Jawa Timur.


